Pria yang dibunuh agen FBI dalam serangan Houston tersebut merupakan korban penculikan

Seorang agen FBI membunuh korban penculikan tersebut dalam sebuah serangan pada Kamis pagi di sebuah rumah di Houston, kata pihak berwenang.

Juru bicara FBI Christina Garza mengatakan, agen tersebut menembak pria itu sesaat sebelum pukul 4 pagi saat “operasi” di rumah. Pria yang namanya tidak segera dilepas, meninggal kemudian di rumah sakit.

Polisi di Conroe, sekitar 40 mil (64 kilometer) utara Houston, mengkonfirmasi bahwa orang tersebut telah diculik dan ditahan karena tebusan.

“Sistemnya gagal, entah itu disengaja atau tidak, orang tersebut tidak akan pulang ke keluarganya,” kata Kepala Polisi Conroe Philip Dupuis.

Dua pria dan satu wanita dituduh melakukan penculikan yang kejam, kata polisi. Orang-orang juga dituntut dengan perampokan yang diperparah.

Polisi mengatakan orang-orang tersebut masuk ke sebuah rumah di Conroe dan menculik orang tersebut. Anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun memanggil polisi, yang meminta bantuan FBI.

FBI mengikuti sinyal ponsel ke sebuah motel dekat Houston, di mana dua tersangka – keduanya adalah pria – ditemukan. Para tersangka mengarahkan agen FBI dan petugas polisi ke sebuah rumah di mana tersangka lain – seorang wanita – berada bersama dengan orang yang ditahan. Orang lain, termasuk anak-anak, juga berada di rumah, menurut pihak berwenang.

Tidak jelas apa yang menyebabkan tembakan tersebut. Garza mengatakan, agen yang melepaskan tembakan fatal tersebut saat cuti administrasi menunggu penyelidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *